Senin, 11 November 2013

MESIN PENGGILING ADONAN BAKSO SOMAY












Mesin Penggiling Adonan Bakso / Somay
FOODCONINDO

Spesifikasi :
Kapasitas: 12 sd 20 kg per jam
Listrik 500 watt
Kecepatan pisau 3000 RPM
Bahan stainless


Video:  http://youtu.be/_uwLJPuYad4 
Kontak  :

M. Ihsanur
085811160833
Depok, Jawa Barat
 

Senin, 04 Maret 2013

BEBERAPA MESIN PANGAN PRODUKSI FOODCONINDO



BEBERAPA MESIN PANGAN PRODUKSI FOODCONINDO

PRODUCTION TANK
PRODUCTION TANK
Pencampur/penyimpanan larutan cair seperti jus, minuman & lainnya
Tipe: 50;100;180;400;1400;3200 Ltr
Bahan: Stainless 304
Listrik disesuaikan bahan


Mixing Tank




Pencampur larutan cair seperti jus, minuman & larutan lainnya
Tipe: 15,50,100,180,400, 1400 Ltr
Bahan: Stainless 304
Listrik:180;550;750w;1,1;1,4;2,1Kw

Blender 50 L
Penghancur buah, sayur, adonan & bahan berkadar air tinggi lainnya
Tipe: 5;15;50;100;180;400 Ltr
Bahan: Stainless 304
Listrik: 135;375;750w;1,5;3;6 Kw

Juice Filter/Extraction

Mesin filter/ekstraksi jus, santan, &
aneka bahan mengandung sari
Tipe: 5,10,30,50,100;180 Ltr
Bahan: Stainless 304
Listrik:135;180;550;750w;1,5;2,2 Kw
Spiner 
Mesin peniris minyak. Untuk keripik,
abon, aneka goreng2an
Tipe: 5;15;30;50;100;180 Ltr
Bahan: Stainless 304
Listrik: 135;180;550;750w,1,5;3Kw

Kamis, 21 Februari 2013

Bahaya Minyak Goreng dan Cara Mengatasinya


Tahukah Anda berapa banyak Anda mengkonsumsi minyak setiap harinya?

Setiap hari kita hampir tidak dapat dipisahkan dalam mengkonsumsi minyak goreng. Setiap hari kita mengkonsumsi minimal salah satu dari makanan berikut: tempe/tahu/telor/ayam/ikan/pisang/nasi goreng, keripik. kerupuk, perkedel, mpek2, batagor, martabak telor, sambal goreng dll. Semuanya menggunakan media minyak untuk mematangkan makanan.

Lalu berapa banyak kah minyak yang terkonsumsi oleh kita saat kita menyantap makanan di atas?

Beberapa produk gorengan pernah saya coba ditiriskan minyaknya  menggunakan spiner. Setiap 3 kg keripik bayam yg sudah ditiriskan manual (ditaruh di atas saringan) menghasilkan minyak sekitar 50 ml. 1 butir telur dadar menghasilkan sekitar 5 ml minyak. Sekitar seperempat kg sambal goreng tempe sekitar 10 ml minyak. Bisa jadi, setiap hari kita bisa mengkonsumsi sampai 50 ml minyak goreng.

Berbahayakah minyak goreng untuk kesehatan?    

Untuk minyak goreng yang sekali digunakan relatif tidak terlalu berbahaya untuk tubuh dibanding minyak goreng yang dipakai berulang kali. Minyak goreng terutama yang sering dipakai berulang kali dapat menyebakan peningkatan kolesterol jahat yang dapat berakibat timbulnya penyakit tekanan darah tinggi dan jantung.Selain itu, minyak tersebut dapat bersifat karsinogenik dapat memicu terjadinya kanker.

Tentunya kita tidak perlu menghindari secara ekstrim apapun makanan yang digoreng. Mengurangi makanan cepat sajitentunya baik. Salah satu cara mengurangi asupan minyak goreng yang ikut terkonsumsi dalam tubuh kita adalah menggunakan Mesin Spiner. Mesin ini berfungsi untuk meniriskan minyak yang masih tersisa jika kita meniriskan makanan secara manual. Mesin ini bekerja dengan gaya centrifugal mengakibatkan sisa-sisa minyak yang terdapat pada permukaan produk yang digoreng terlepas. Produk yang ditiriskan tidak pecah, remuk atau hancur karena produk tersebut saling menempel dan tidak beradu satu sama lain.

Spiner 5 L Foodconindo

Mesin spiner yang diproduksi saat ini ada yang berkapasitas 30 liter dan 15 liter. Namun Foodconindo memproduksi spiner dengan kapasitas hanya 5 liter tabung luar atau 3,8 liter tabung dalam. Spiner ini cocok untuk Rumah Tangga yang peduli kesehatan, rumah makan, restoran, pedagang gorengan, pedagang masakan cepat saji (ayam goreng), serta cocok juga untuk yang punya usaha skala rumahan (abon, keripik dll). Fungsi spiner ini untuk meniriskan minyak produk gorengan & produk berminyak lainnya (Abon, keripik, tempe/tahu goreng, ikan/daging/telur goreng, sambal goreng, tempe, bakwan & makanan yang digoreng lainnya)

Manfaat mesin spiner tersebut yaitu :
1. Mengurangi kadar minyak pada produk gorengan
2. Mengurangi resiko ketengikan produk gorengan
3. Mengawetkan produk berminyak
4. Mengurangi koresterol karena minyak berkurang
5. Mengurangi resiko penyakit jantung, stroke dll

Harga spiner 5 L produksi Foodconindo tersebut hanya 1,2 juta rupiah. Cukup murah untuk Anda yang peduli kesehatan. Berikut Spesifikasi Spiner 5 L Foodconindo:
- Listrik 135 watt
- Bahan Stainless Steel
- Dimensi d 22 cm  t 30 cm
- Vol wadah luar 7 liter
- Vol peniris 3,8 liter
- Lama penirisan 2 mnt
- Diameter lubang peniris 4 mm
- Berat sktr 4 kg
- Packing kardus

Jika Anda berminat, dapat menghubungi:

M.Ihsanur
081377108822
pin: 26B7E4AA
twitter: mesinpangan
FB: mohamad.ihsanur

Spiner (Peniris Minyak)



SPINER
Peniris Minyak

Hanya Rp 1,2 juta

Tipe 5 L


Spesifikasi:- Listrik 135 watt
- Bahan Stainless Steel
- Dimensi d 22 cm  t 30 cm
- Vol wadah luar 7 liter
- Vol peniris 3,8 liter
- Lama penirisan 2 mnt
- Diameter lubang peniris 4 mm
- Berat sktr 4 kg
- Packing kardus

Fungsi :
Meniriskan minyak produk gorengan & produk berminyak lainnya (Abon, keripik, tempe/tahu goreng, ikan/daging/telur goreng, sambal goreng, tempe, bakwan & makanan yang digoreng lainnya)

Manfaat :
1. Mengurangi kadar minyak pada produk gorengan
2. Mengurangi resiko ketengikan produk gorengan
3. Mengawetkan produk berminyak
4. Mengurangi koresterol karena minyak berkurang
5. Mengurangi resiko penyakit jantung, stroke dll

Pengguna :
1. Produsen abon/keripik/gorengan
2. Restoran dan rumah makan
3. Rumah tangga yg peduli kesehatan

Pemesanan:

M. Ihsanur, STP
081377108822
pin BB 6B7E4AA
Workshop : 02177823188

Minggu, 04 Maret 2012

Jumat, 29 April 2011

FOODCONINDO MESIN PANGAN


M.Ihsanur
Mobile: 02127057405
Workshop: 021778923188

Jumat, 07 Januari 2011

Artikel

Studi Kelayakan Usaha. Studi kelayakan usaha / proyek adalah penelitian tentang dapat atau tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil (Husnan dan Suwarsono, 2000). Umumnya penelitian sudi kelayakan meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi serta sosial (Husnan dan Suwarsono, 2000). Contoh dari studi kelayakan seperti Studi Kelayakan Industri Gelatin. Berikut beberapa aspek studi kelayakan usaha / proyek... Selengkapnya

Database Promuda Entrepreneurship

Rabu, 09 Juni 2010

Isotonik

Minuman isotonik adalah salah satu produk minuman ringan karbonasi atau non karbonasi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran, dalam minuman ini mengandung gula, asam sitrat dan mineral (Badan Standar Nasional 1998).

Menurut Murray dan J. Stofan (2001), istilah isotonik seringkali digunakan untuk larutan atau minuman yang memiliki nilai osmolalitas yang menyerupai cairan tubuh (darah), sekitar 280 mosm/kg H2O. Selain itu, minuman isotonik minimal mengandung karbohidrat (gula sederhana) sekitar 6-7%, natrium 20-60mmol/l dan elektrolit lain seperti kalium, klorida, kalsium dan magnesium kurang dari 10 mmol/l. Minuman isotonik juga dikenal dengan istilah sport drink yaitu minuman yang berfungsi mempertahankan cairan dan garam tubuh serta memberikan energi dalam bentuk karbohidrat ketika melakukan aktivitas.


Sumber:

Badan Standar Nasional. 1998. Standar Nasional Indonesia. (SNI) 01-4452-1998. Minuman Isotonik. BSN.

Murray R dan J. Stofan. 2001. Formulating Carbohydrate-Electrolyte Drinks for Optimal Efficacy. Di dalam. Maughan J.R dan Robert Murray (editor). Sport Drink. CRC Press. Boca Raton-London-New York-Washington DC.

Ekstrusi

Ekstrusi bahan pangan adalah suatu proses dimana bahan tersebut dipaksa mengalir di bawah pengaruh beberapa unit operasi yang bekerja secara simultan atau serentak, meliputi pencampuran, pemasakan/non pemasakan, pengadonan, pemotongan, pembentukan, dan pencetakan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan yang kompleks pada makanan yaitu meliputi hidrasi pati dan protein, homogenisasi, gelatinisasi, shearing, pencairan lemak, denaturasi atau reorientasi protein, plastifications, dan ekspansi atau pengembangan struktur bahan pangan (Fellows, 1990).

Menurut Muchtadi et al, (1988) fungsi pengekstrusi meliputi gelatinisasi atau pemasakan. pemotongan molekuler, pencampuran, sterilisasi, pembentukan dan penggelembungan atau pengeringan {puffing aiau drying).

Teknologi ekstrusi merupakan teknologi yang telah lama ada. Konsep awai yang diketahui mengenai ekstruder ulir tunggal ditemukan di tahun 1873 pada suatu gambar raiicangan milik Phoenix Gummiwerke A.G. Namun ekstrusi pada bahan pangan pertama dikembangkan pada tahun 1869 oleh Follows dan Bates di Inggris untuk keperluan industri sosis, yaitu menggunakan ekstruder ulir ganda. Sejak saat itu penggunaan ekstruder bagi pengolahan semakin meningkat (Janssen, 1978 dikutip oleh Pratama, 2007).

Prinsip ekstrusi diterapkan dalam industri makanan sejak tahun 1930an yaitu untuk pembuatan pasta. Pada tahun 1950 digunakan juga untuk produksi sereal, campuran minyak biji-bijian untuk industri pakan. Pada tahun 1960an teknologi ini digunakan untuk mengubah ikatan silang dan mengikat biopolim^t untuk membuat protein nabati beitekstur. Terobosan ini menyediakan pengetahuan dasar bagi ekstrusi HTST (High Temperature Short Time) modern yang memungkinkan diciptakannya produk-produk baru pada industri makanan (Pratama, 2007).


Sumber:

Fellows, P. 1990. Food Processing Technology: Principles and Practices. Ellis Horwood London

Muctadi T.R., Purwiyatno, Basuki A. 1988. Teknologi Pemasakan Ekstrusi. LSI, Institut Pertanian Bogor

Pratama, R.I.2007. Kajian Mengenai Prinsip-Pronsip Dasar Teknologi Ekstrusi untuk Bahan Makanan dan Beberapa Aplikasinya pada Bahan Perikanan. Universitas Padjajaran, Bandung.

Selasa, 08 Juni 2010

Tabel Pewarna Makanan yang Dilarang




Tabel Nama-Nama Zat Sintetis yang dilarang Penggunaannya Pada Makanan
1Auramine (CI Basic Yellow 2)41000
2Alkanet75520
3Butter Yellow11020
4Black 7984 (food black 2)27755
5Burn Umber (Cl Basic Orange 7)77491
6Crysoidine (Cl Basic Orange 2)11270
7Crysoine S (Cl Food Yellow B)14270
8Citrus Red No. 212156
9Chocolate Brown FB (Food Brown 2)-
10Fast Red E (Cl Food Red 4)16045
11Fast Yellow AB (CL Food Yellow 2)13015
12Guinea Green B (CI Acid Green No 3)42085
13Indanthrene Blue RS (CI Food Blue 4)69800
14Magenta (CI Basic violet 14)42510
15Methanyl Yellow13065
16Oil Orange SS (CI Solvent Orange 2)12100
17Oil Orange XO (CI Solvent Orange 7)12170
18Oil Yellow AB (CI Solvent Yellow 5)11380
19Oil Yellow OB (CI Solvent Yellow 6)11390
20Orange G (CI Food Orange 4)16230
21Orange GGN (CI Food Orange 2)15980
22Orange RN (Food Orange 1)15970
23Orchil and Orcein-
24Ponceau 3R (CI Red 6)16155
25Ponceau SX (CI Food Red 1)14700
26Ponceau 6R (CI Food Red 8)16290
27Rhodamine B (CI Food Red 15)45170
28Sudan I (CI Solvent Yellow 14)12055
29Scarlet GN (Food Red 2)14815
30Violet 6B42640


Sumber : SK Menteri Kesehatan RI No. 239/MenKes/Per/V/85

Humektan

Humektan yaitu bahan tambahan makanan yang dapat menyerap lembab, sehingga dapat mempertahankan kadar air dalam makanan.

Contoh humektan adalah gliserol biasa digunakan sebagai humektan pada keju, es krim dan sejenisnya. Triaseti biasa digunakan sebagai humektan pada adonan kue.

Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 28

Enzim makanan

Enzim adalah bahan tambahan makanan yang berasal dari hewan tanaman atau jasad renik yang dapat menguraikan makanan secara enzimatik. Penambahan bahan tambahan ini umumnya bertujuan untuk mengatur proses makanan fermentasi.

Contoh enzim adalah amyiase (dari Aspergillus niger atau A. oryzae)biasa digunakan pada tepung gandum untuk memberikan flavor dan tekstur yang diinginkan. Rennet biasa digunakan dalam pembuatan keju.

Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 27-28

Sekuestran

Sekuestran adalah bahan tambahan makanan yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan sehingga dicegah terjadinya oksidasi yang dapat menimbulkan perubahan warna dan aroma. Bahan tambahan makanan ini biasanya ditambahkan pada lemak dan minyak dan makanan yang mengandung lemak dan minyak seperti daging dan ikan.

Contoh sekuestran adalah kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA, asam sitrat, asam fosfat dan garamnya


Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 27

Penyedap rasa

Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa adalah bahan tambahan makanan yang dapat memberikan, menambah atau mempertegas rasa dan aroma. Penyedap rasa dan aroma digolongkan sebagai bahan alam dan sintetik. BTM ini sering ditambahkan pada permen, minuman ringan serta kue dan biskuit, dan biasanya diperdagangkan dalam bentuk campuran.

Contoh: Monosodium glutamat biasa ditambahkan pada produk daging.

Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 27

Pewarna makanan

Pewarna adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Penambahan pewarna pada makanan dimaksud untuk memperbaiki warna makanan yang berubah atau menjadi pucat selama proses pengolahan atau untuk memberi warna pada makanan yang tidak berwarna agar kelihatan lebih menarik. Pewarna digolongkan menjadi pewarna alami dan pewarna sintetik. Pewarna alam dianggap lebih aman daripada perwarna sintetik. Makanan yang diberi pewarna adalah sirup, minuman ringan permen dan lainnya.

Contoh pewarna makanan adalah karmin, ponceau 4R, eritrosin berwarna merah. Biru berlian, indigotin berwarna biru. Klorofil, green FCF, green S berwarna hijau. Kurkumin, karoten, yellow FCF, yellow kuinolin, dan tartrazin berwarna kuning. Karamel berwarna coklat.


Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 23

Pengeras makanan

Pengeras adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperkeras atau mencegah atau melunaknya makanan. bahan tambahan ini biasanya ditambahkan pada buah yang dikalengkan.

Contoh pengeras makanan aluminium sulfat, aluminium kalium sulfat, aluminium natrium sulfat biasa digunakan sebagai pengeras pada acar ketimun dalam botol. Kalsium chlorida, kalsium glukonat dan kalsium sulfat pada buah yang dikalengkan, misalnya apel dan tomat.

Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 26-27

Pengawet

Pengawet adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasam atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Bahan tambahan makanan ini biasanya ditambahkan ke dalam makanan yang mudah rusak, atau makanan yang disukai sebagai medium tumbuhnya bakteri atau jamur misalnya pada produk daging, buah-buahan dan lain-iain. Pertumbuhan bakteri dicegah atau dihambat tergantung dari jumlah pengawet yang ditambahkan dan juga pH/ keasaman dari makanan. Menurut pengamatan, pengawet hampir tidak aktif dalam suasana netral, dan aktivitasnya meningkat bila pH diturunkan.

Contoh pengawet adalah asam benzoat serta garamnya dan ester phidroksi benzoat efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri, ragi dan jamur. Bahan-bahan ini biasa digunakan sebagai pengawet produk buah-buahan, kecap, keju dan margarin. Asam sorbat efektif untuk menambah pertumbuhan jamur dan ragi. Asam propionat efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur. Asam propionat biasa digunakan sebagai pengawet pada keju dan roti.


Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 26

Pengemulsi dan pemantap

Pengemulsi, pemantap dan pengental (emulsifier, stabilizer) adalah bahan tambahan makanan yang dapat membantu terbentuknya terbentuknya atau memantapkan sistem dispersi yang homogen pada makanan. Bahan tambahan makanan ini biasanya ditambahkan pada makanan yang mengandung air dan minyak, misalnya saus selada, margarine dan es krim.

Contoh nya adalah polysorbat biasa digunakan sebagai pengemulsi pada pembuatan es krim dan kue. Pektin biasa digunakan sebagai pengental pada jamu, jeli, marmalad, minuman ringan dan es krim. Gelatin biasa digunakan sebagai pemantap dan pengental sediaan keju. Karagenan dan agar biasa digunakan sebagai pemantap dan pengental pada produk susu dan keju.


Sumber: Winarno, F.G. dan Titi Sulistyowati Rahayu, Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994. hal. 25-26

Berita Agroindustri

Kemasan Cerdas dengan Sensor Kebusukan Fillet Ikan. Mahasiswa bernama lengkap Yogi Waldingga Hasnedi berhasil membuat kemasan cerdas pendeteksi kebusukan fillet ikan. Ia memulai penelitiannya karena melihat bahwa penilaian kesegaran ikan yang dilakukan masyarakat sampai saat ini masih menggunakan indra dengan faktor yang diamati berupa penampakan (diamati pada mata, kulit, dan insang), tekstur, bau, dan warna. Sejalan dengan kemajuan teknik kemasan, berbagai penilaian tingkat kesegaran ikan saat ini telah mengarah pada produk kemasan yang terintegrasi antara nilai kemasan tersebut dengan tingkat kesegaran ikan itu sendiri...Selengkapnya

Tips Trik Menulis Skripsi