Senin, 24 Mei 2010

Studi Kelayakan Usaha / Feasibility Study



Studi kelayakan usaha / proyek adalah penelitian tentang dapat atau tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil (Husnan dan Suwarsono, 2000). Studi kelayakan proyek dapat didefinisikan sebagai suatu studi secara mendalam serta seksama tentang berbagai aktivitas yang akan dikerjakan di masa mendatang untuk melihat atau mengetahui tingkat kelayakan laba yang akan diperoleh (Ichsan et al., 2003).


Umumnya penelitian sudi kelayakan meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi serta sosial (Husnan dan Suwarsono, 2000). Penelitian terhadap keadaan dan prospek suatu industri dilakukan atas kriteria-kriteria tertentu. Kriteria tersebut meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen operasional, aspek yuridis dan aspek ekonomi- finansial (Sutojo, 2000). Contoh dari studi kelayakan seperti Studi Kelayakan Idnustri Gelatin. Berikut beberapa aspek studi kelayakan usaha / proyek.


1. Aspek Pasar dan Pemasaran
Analisis aspek pasar dan pemasaran terhadap suatu usulan proyek ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai besar pasar potensial yang tersedia untuk masa yang akan datang. Selain itu analisis pasar mencakup juga gambaran mengenai strategi pemasaran yang digunakan untuk mencapai pangsa pasar yang telah ditetapkan (Husnan dan Suwarsono, 2000). Untuk dapat memenangkan pasar dibutuhkan perencanaan strategis yang berorientasi pasar dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat (Kotler, 2002).


2. Aspek Teknis dan Teknologis
Beberapa hal yang perlu dijelaskan dalam aspek teknis dan teknologis adalah lokasi proyek, skala produksi, kriteria pemilihan mesin dan perlengkapan utama dan pembantu, proses produksi dan desain pabrik dan jenis teknologi yang dipilih (Husnan dan Suwarsono, 2000). Desain pabrik meliputi seluruh aspek teknik termasuk pengembangan pabrik baru, modifikasi atau perluasan pabrik industri. Setelah tahap proses desain akhir selesai baru memungkinkan untuk membuat estimasi biaya yang akurat karena detail spesifikasi peralatan dan mesin dan fasilitas pabrik telah tersedia (Max dan Timmerhaus, 1991).


3. Aspek Manajemen dan Organisasi
Menurut Husnan dan Suwarsono (2000), aspek manajemen dan organisasi meliputi manajemen pembangunan proyek dan manajemen dalam operasi. Manajemen dalam operasi meliputi identifikasi jenis-jenis pekerjaan yang diperlukan, persyaratan yang diperlukan dan struktur organisasi yang digunakan. Menurut Stoner dan Edward (1994), struktur organisasi merujuk kepada cara dimana kegiatan-kegiatan sebuah organisasi dibagi, diorganisasikan dan dikoordinasi.


4. Aspek Legal Yuridis
Menurut Husnan dan Suwarsono (2000), aspek hukum mempelajari tentang bentuk badan usaha yang dipergunakan, jaminan-jaminan yang dapat digunakan jika menggunakan sumber dana yang berasal dari pinjaman dan berbagai akte, sertifikat serta ijin yang diperlukan. Menurut Simatupang (2003), pembahasan aspek hukum dalam bisnis atau industri meliputi bentuk badan usaha dan peraturan-peraturan mengenai kontrak dan penyelesaiannya, hubungan bisnis, hak milik intelektual, lembaga-lembaga pembiayaan, aspek pajak, perijinan dan kepailitan.


5.Aspek Lingkungan
Menurut Suratmo (1998), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diperlukan karena dua hal. Pertama, AMDAL harus dilakukan untuk proyek yang akan dibangun karena Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah menghendaki demikian. Apabila pemilik atau pemrakarsa proyek tidak melakukannya maka akan melanggar undang-undang dan besar kemungkinan perizinan untuk membangun proyek tersebut tidak akan didapat atau akan menghadapi pengadilan yang dapat memberikan sangsi-sangsi yang tidak ringan. Kedua, AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan.


6. Aspek Finansial dan Ekonomi
Menurut Husnan dan Suwarsono (2000), aspek keuangan mempelajari berbagai faktor penting meliputi dana investasi (aktiva dan modal kerja), sumber-sumber perbelanjaan (modal sendiri, pinjaman jangka pendek dan panjang), taksiran penghasilan, biaya dan rugi/laba pada berbagai tingkat operasi, manfaat dan biaya dalam artian finansial (rate of return on investment, net present value, internal rate of return, Net B/C, profitability index, pay back period, resiko proyek, analisa sensitivitas) dan proyeksi keuangan. Sedangkan aspek ekonomi meliputi tentang pengaruh proyek terhadap peningkatan penghasilan negara, pengaruh proyek terhadap devisa yang dapat dihemat dan yang dapat diperoleh, penambahan dan pemerataaan kesempatan kerja dan pengaruh proyek terhadap industri lain. Simangunsong (1989), menyatakan bahwa dalam kajian finansial juga dilakukan analisis biaya, penentuan harga pokok dan harga jual produk.


Versi sederhana dan populer dari studi kelayakan bisnis / usaha adalah proposal usaha / bisnis. Proposal ini terdiri dari latar belakang, data bisnis, potensi dan segmen pasar, strategi pemasaran, aspek keuangan dan aspek lainnya (aspek lingkungan dan legalitas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Agroindustri

Kemasan Cerdas dengan Sensor Kebusukan Fillet Ikan. Mahasiswa bernama lengkap Yogi Waldingga Hasnedi berhasil membuat kemasan cerdas pendeteksi kebusukan fillet ikan. Ia memulai penelitiannya karena melihat bahwa penilaian kesegaran ikan yang dilakukan masyarakat sampai saat ini masih menggunakan indra dengan faktor yang diamati berupa penampakan (diamati pada mata, kulit, dan insang), tekstur, bau, dan warna. Sejalan dengan kemajuan teknik kemasan, berbagai penilaian tingkat kesegaran ikan saat ini telah mengarah pada produk kemasan yang terintegrasi antara nilai kemasan tersebut dengan tingkat kesegaran ikan itu sendiri...Selengkapnya

Tips Trik Menulis Skripsi